Friday, October 8, 2010

Tiga Titik Batas RI-Timor Leste masih Bermasalah

KUPANG--MI: Komandan Korem 161/Wirasakti Kupang, Nusa Tenggara Timur, Kolonel (Arhanud) I Dewa Ketut Siangan mengemukakan tiga titik tapal batas antara Indonesia dengan Timor Leste hingga kini masih bermasalah.

"Saya berharap agar tiga titik tapal batas ini segera diselesaikan oleh kedua belah pihak agar lebih memudahkan TNI dalam menjalankan tugas pengamanan perbatasan untuk menjaga keutuhan NKRI," kata Danrem Wirasakti kepada pers di Kupang, Kamis (7/10).

Tiga titik tapal batas yang masih bermasalah itu adalah wilayah Noelbesi-Citrana antara Kabupaten Kupang dengan Distrik Oecusse; wilayah Bijael Sunan-Oben antara Kabupaten Timor Tengah Utara dengan Distrik Oecusse serta wilayah Delomil-Memo antara Kabupaten Belu dengan Distrik Bobonaro.

Menurut Kolonel I Dewa Ketut Siangan , dalam upaya menyelesaikan permasalahan tapal batas antara RI-Timor Leste pada tiga titik tersebut, antara Indonesia dan Timor Leste sudah 23 kali melakukan pertemuan untuk membahas masalah tersebut. Namun sampai sekarang belum juga membuahkan hasil.

"Pertemuan mendatang pada November akan dilangsungkan di Batugade, perbatasan Timor Leste dengan Indonesia. Kita harapkan dalam pertemuan nanti, tokoh masyarakat dan tokoh adat dari kedua negara yang bermukim di wilayah perbatasan dapat dilibatkan dalam menyelesaikan tapal batas kedua negara," katanya.

Danrem Siangan mengatakan belum tuntasnya sengketa tapal batas pada tiga titik tersebut adalah karena Kementerian Pertahanan dan Badan Koordinasi Survei dan Pemetaan Nasional (Bakosurtanal) tidak pernah melibatkan tokoh masyarakat dan tokoh adat dalam dalam meja perundingan.

"Bagaimanapun peran tokoh masyarakat dan tokoh adat ini sangat penting, karena Belanda meninggalkan Indonesia tanpa meninggalkan pula sebuah peta wilayah negara yang jelas sehingga mudah diklaim oleh negara tetangga," katanya.

Kolonel Siangan mengharapkan agar sengketa tapal batas pada ketiga titik wilayah tersebut segera diselesaikan, karena Timor Leste masih merupakan sebuah negara baru yang lepas dari Indonesia melalui referendum pada 30 Agustus 1999 .

Ia menambahkan akibat belum tuntasnya masalah tiga titik tapal batas tersebut maka kunjungan Perdana Menteri Timor Leste Xanana Gusmau ke Naktuka di wilayah Noelbesi-Citrana antara Kabupaten Kupang dengan Distrik Oecusse beberapa waktu lalu, dilarang TNI untuk masuk ke wilayah tersebut.

"Jika kita izinkan Xanana masuk ke Naktuka maka secara tidak langsung kita mengakui bahwa Naktuka merupakan bagian dari Timor Leste," kata Danrem Siangan.

Naktuka yang letaknya dalam wilayah Kabupaten Kupang, Nusa Tenggara Timur, dihuni sekitar 44 kepala keluarga (KK) asal Timor Leste dari Distrik Oecusse, sejak Timor Timur masih menjadi bagian dari NKRI.

"Naktuka dan dua titik batas lainnya masih menjadi masalah sampai sekarang, sehingga kita harapkan secepatnya pula diselesaikan oleh kedua negara dengan melibatkan pula tokoh masyarakat dan tokoh adat dari keduanegara dalam meja perundingan," demikian Danrem Wirasakti. (Ant/OL-3)

No comments: